27 Apr 2013

asesmen kinerja dan portofolio




ASESMENT KINERJA DAN ASESMENT PORTOFOLIO

1.      Asesment Kinerja
v  Pengantar
Suatu asesment yang melibatkan siswa di dalam tugas-tugas otentik yang bermanfaat, penting dan bermakna diantaranya asesment kinerja, observasi dan pertanyaan, presentasi dan diskusi, proyek dan investigasi, serta portofolio dan jurnal. Asesment kinerja bertujuan untuk mengases kerja siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas tertentu. Portofolio merupakan kumpulan pekerjaan siswa yang menunjukan usaha, perkembangan dan kecakapan mereka dalam satu bidang atau lebih. Kumpulan ini harus melibatkan partisipasi siswa dalam seleksi isi, kriteria seleksi, kriteria penilaian dan bukti refleksi diri. Kumpulan contoh pekerjaan siswa ini akan menggambarkan kemajuan dan pencapaian siswa dalam suatu bidang tertentu.
v  Uraian Materi
Asesment kinerja yaitu penilaian terhadap proses perolehan penerapan pengetahuan dan keterampilan melalui proses pembelajaran yang menunjukan kemampuan siswa dalam proses dan produk. Asesment kinerja pada prinsipnya lebih ditekankan pada proses keterampilan dan kecakapan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Asesment ini sangat cocok digunakan untuk menggambarkan proses, kegiatan, atau unjuk kerja dinilai melalui pengamatan terhadap siswa ketika melakaukanya. Penilaian unjuk kerja adalah penilaian berdasarkan hasil pengamatan penilaian terhadap aktivitas siswa sebagaimana yang terjadi. Misalnya penilaian terhadap kemampuan siswa merangkai alat praktikun untuk percobaan sederhana dilakukan selama siswa merangkai alat, bukan sebelum atau setelah alat dirancang.
Asesment ini melibatkan aktivitas siswa yang membutuhkan unjuk keterampilan tertentu dan atau penciptaan hasil yang telah ditentukan. Karena itu, metodologi asesment ini memberikan peluang kepada guru untuk menilai pencapaian berbagai hasil pendidikan yang sebenarnya tidak dapat dijabarkan dalam tes tertulis. Melalui metode ini asesment kinerja memungkinkan guru mengamati siswa saat siswa sedang bekerja atau melakukan tugas belajar, atau guru dapat menguji hasil-hasil yang dapat dicapai serta menilai(judge) tingkat penguasaan atau kecakapan yang dicapai siswa.
Assesment kinerja tidak hanya tergantung pada jawaban benar atau saalah sebagaimana halnya dengan asesment bentuk essay, observasi yang dilakukan oleh guru dalam rangka melakukan pertimbangan-pertimbangan subyektif berkenaan dengan level prestasi yang dicapai siswa. Evaluasi ini didasarkan pada perbandingan kinerja siswa dalam mencapai standar excellent (keunggulan, prestasi) yang telah dicapai sebelumnya. Sebagaimana test essay, pertimbangan guru digunakan sebagai dasar penempatan kinerja siswa pada suatu kesatuan/ kontinum dalam tingkatan-tingkatan prestasi yang terentang mulai dari tingkatan yang sangat rendah sampai tingkatan yang sangat tinggi.
Hal-hal yang harus kita pahami tentang asesment kinerja adalah kita mendesain dan mengembangkan asesment kinerja untuk digunakan dikelas kita sendiri. Metodologi asesment kinerja bukanlah suatu obat yang mujarab, bukan penyelamat guru dan bukan juga merupakan suatu kunci untuk menilai kurikulum yang ssebenarnya. Asesment ini semata-mata merupakan alat yang memberikan cara-cara yang efsien dan efektif untuk menilai beberapa (bukan keseluruhan) hasil-hasil dari proses pendidikan yang dipandang berguna.
Berdasarkan cara melaksanakan asesment kinerja dapat dikelompokan menjadi :
ü  Asesment Kinerja Klasikal yang digunakan untuk mengakses kinerja siswa secara keseluruhan dalam satu kelas keseluruhan
ü  Asesment Kinerja Kelompok untuk mengakses kinerja siswa secara berkelompok
ü  Asesmen Kinerja Individu untik mengakses kinerja siswa secara individual
Pada pelaksanaanya guru dapat mengatur secara fleksibel kinerja-kinerja yang akan diases dalam kurun waktu tertentu. Misalnya dalam dua semester guru merencanakan untuk mengases keterampilan setiap siswa dalam membuat larutan. Guru merencanakan dalam dua semester tersebut empat kali kegiatan yang menuntut siswa membuat larutan. Maka guru dapat membagi siswa kedalam empat kelompok siswa yang akan diases. Siswa kelompok pertama akan diases pada kegiatan pembuatan larutan pertama, kelompok berikutnya sdiases pada pembuatan larutan yang berikutnya. Sehingga setiap siswa mendapat kesempatan yang sama untuk dinilai keterampilanya dalam membuat larutan. Asesment Kinerja yang digunakan oleh guru tersebut adalah asesment kinerja individu.
Dalam merealisasikan Asesmen kinerja ini dapat dimulai dengan membuat perencanaan terlebih dahulu . Dalam Asesment kinerja ini terdapat tiga fase yang sangat penting, diantaranya fase mendefinisikan, mendesain dan melakukan. Berikut penjelasan dari fase-fase Asesment Kinerja :
·      Fase 1 : Mendefinisikan Kinerja
Dalam tahap fase ini ditentukan terlebih dahulu jenis unjuk kerja atau kinerja apa yang harus dinilai oleh guru terhadap siswanya. Misalnya kemampuan siswa dalam menggunakan mikroskop untuk meneliti suatu benda. Dalam penggunaan mikroskop itu siswa dapat dinilai dari beberapa sudut pandang, Misalnya dapat dinilai dari  :
ü  Bagaimana siswa itu dalam membawa mikroskop dengan benar
ü  Bagaimana siswa dalam menggunakan lensa dengan pembesaran kecil terlebih dahulu.
ü  Bagaimana siswa itu dalam mengatur pencahayaan
ü  Bagaimana siswa dalam memasang preparat
ü  Bagaimana siswa dalam memfokuskan bayangan bendanya.
·      Fase 2 : Mendesain Latihan-latihan Kinerja
Sudah di jelaskan ditahapan sebelumnya yaitu tahap mendifinisikan kinerja bahwa guru telah menentukan beberapa aspek yang akan di nilai pada siswa yang berkaitan dengan kemampuan siswa dalam menggunakan mikroskop. Setelah guru menentukan apa yang akan di nilai pada kemampuan siswa, tahap selanjutnya yaitu menyediakan pembelajaran yang memungkinkan aspek kinerja yang akan dinilai akan muncul. Misalnya saja seorang guru akan menilai siswa tentang bagaimana kemampuan siswanya dalam menggunakan mikroskop, maka Kegiatan belajar mengajar yang harus dipersiapkan oleh guru adalah Praktikum dengan menggunakan mikroskop.  
·      Fase 3 : Melakukan penskoran dan perekaman atau pencatatan hasil
Asesment kinerja ini bersifat lugas (fleksibelitas) dalam pengembangan bagian-bagianya, akan tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu ketika meninjau faktor-faktorkonteks dalam rangka pengambilan keputusan tentang kapan mengadopsi metoda-metoda asesment kinerja. Pada dasarnya faktor-faktor utama yang harus dipertimbangkan dalam proses seleksi asesment sesuai dengan sasaran prestasi untuk siswa dan juga dengan metodologi asesment kinerja.
Dalam klasifikasi kinerja, pemakai bebas memilih dari suatu rentangan sasaran prestasi yang mungkin, dan asesment kinerja dapat difokuskan pada sasaran-sasaran khusus dengan mengambil tiga keputusan desain yaitu:
o   Merumuskan jenis kinerja yang nantinya akan dinilai
o   Mengidentifikasi sapa yang akan dinilai
o   Menetapkan kriteria kinherja
Kegiatan dalam komponen pengembangan latihan harus dipikirkan hal-hal yang menyebabkan siswa melakukan perbuatan tertentu yang dapat merefleksikan tingkat penguasaan/kecakapan/prestasi yang dicapai. Oleh karena itu dalam hal ini harus dipiertimbangkan hakekat latihan, banyaknya latihan yang dibutuhkan, dan petunjuk-petunjuk aktual bagi siswa untuk melakukan latihan tersebut.
Dalam hal penskoran, penilaian sebaiknya dilakukan oleh lebih dari satu orang agar faktor subjektifitas dapat diperkcil dasn hasil dari penilaian tersebut lebih akurat dan lebih objektif. Penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan daftar cek (ya/tidak) atau skala rentang (sangat baik- baik- agak baik-tidak baik)
Untuk penilaian unjuk kerja yang menggunakan daftar cek,siswa mendapat nilai apabila kriteria penguasan kemampuan tertenhtu dapat diamati oleh penilai. Jika unjuk kerja tersebut tidak dapat diamati, berarti siswa tidak memperoleh nilai. Kenemahan cara ini adalah penilaian hanya mempunyai dua pilihan mutlak, misalnya benar-salah, dapat diamati- tidak dapat diamati. Dengan ndemikian nilai tengah tidak ada. Penilaian unjuk kerja yang menggunakan skala rentang memungkinkan penilaian memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu karena pemberian nilai secara kontinum dimana pilihan kategori nilai lebih dari dua.
Berikut ini adalah contoh asesment kinerja dalam menggunakan mikroskop dengan teknik penilaian daftar ceklis.
No.
Aspek Penilaian
Skala
Ya
Tidak
1.
Membawa mikroskop dengan benar


2.
Menggunakan lensa dengan pembesar kecil terlebih dahulu


3.
Mengatur Pencahayaan memasang preparat 


4.
Memfokuskan bayangan benda















2.      Asesment Portofolio
v  Pengantar
Salah satu prinsip dari penilaian adalah bersifat menyeluru, artinya menyangkut semua aspek kjepiribadian produk dan proses belajar. Penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar siswa atau ketercapaian kompetensi (rangakaian kemampuan) siswa dapat dijaring melalui berbagai asesment. Asesment Portofolio merupakn asesment otentik yang menggambarkan kemajuan belajar siswa dengan bukti-bukti yang diseleksi bersama oleh siswa dan guru.
v  Uraian Materi
Bukiti-bukti yang dikumpulkan dalam portofolio merupakan hasil seleksi bersama antara siswa dengan guru yang dianggap karya siswa yang berharga dan berarti. Kumpulan karya-karya siswa akan dikumpulkan sebagai dokumen portofolio terlebih dahulu direview oleh guru, sehingga bersama dengan guru siswa dapat menemukan bukti-bukti nyata yang menggambarkan perkembangan pada masing-masing siswa. Contoh pekerjaan siswa ini memberikan dasar bagi pertimbangan kemajuan belajar siswa dan dapat dikomunikasikan kepada siswa, orang tua serta pihak lain yang berkepentingan.
Portifolio sebagai asesment otentik yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Diantaranya yaitu :
·         Mendokumentasikan kemajuan siswa selama kurun waktu tertentu
·         Mengetahui bagin-bagian yang perlu diperbaiki
·         Membangkitkan kepercayaan diri siswa dan motivasi untuk belajar
·          Mendorong tanggung jawab siswa untuk belajar
Adapun Keuntungan dari penerapan portofolio sebagai asesment otentik antara lain sebagai berikut :
ü  Kemajuan belajar siswa dapat terlihat dengan jelas, misalnya serangkaian kumpulan jurnal dan laporan percobaan siswa dalam kurun waktu tertentu dapat memberikan gambaran mengenai kemajuan siswa dalam membuat laporan
ü  Menekankan pada hasil pekerjaan terbaik siswa dapat serta memberikan pengaruh posistif dalam belajar. Seleksi hasil karya terbaik siswa melibatkan siswa sehingga siswa merasa dihargai
ü  Membandingkan pekerjaan sekarang dengan yang lalu memberikan motivasi yang lebih besar daripada membandingkan dengan pekerjaan orang lain.
ü  Siswa dilatih untuk menentukan pilihan karya terbaik
ü  Memberikan kesempatan kepada siswa bekerja sesuai dengan perbedaan individu
ü  Dapat menjadi alat komunikasi yang jelas tentang kemajuan belajar siswa kepada siswa itu sendiri,orang tua dan pihak lain yang terkait.
Dalam pengumpulan portofolio guru dapat melakukan berbagai cara. Cara yang akan dipakai harus disesuaikan dengan tujuan yang hendak dicapa, tingkatan siswa dan jenis kegiatan yang akan dilakukan.
Berikut ini adalah model dari portofolio IPA SD yang berisi contoh-contoh pekerjaan dari siswa
o    Hasil ulangan
o    Uraian tertulis hsasil kegiatan percobaan sederhana
o    Gambar-gambar dan laporan lisan
o    Produk berupa hasil pekerjaan proyek
o    Laporan kelompok dan foto kegiatan siswa
o    Respon terhadap pertanyaan open-ended atau masalah pekerjaan rumah
o    Salinan piagam penghargaan
Selanjutnya contoh-contoh tersebut disimpan didalam satu tempat khusus (file folder) untuk setiap siswa. Ketika contoh-contoh tersebut diperlukan, portofolio siswa dapat dengan mudah dibuka dan digunakan. Kejujuran siswa dalam melaporkan rekaman dan dokumntasinya serta kejujuran guru dalam menilai kemampuan siswa sesuai dengan kriteria yang telah disepakati merupakan syarat dilaksanakanya asesment fortofolio.


Adapun bentuk-bentuk dari asesment fortofolio yaitu:
Ø Catatan anekdotal, yaitu berupa lembaran khusus yang mencatat segala bentuk kejadian mengenai perilaku siswa, khususnya selama berlangsungnya proses pembelajaran. Lembaran ini memuat identitas yang akan diamati, waktu pengamatan berlangsung, dan lembar rekaman kejadian.
Ø Ceklis atau daftar cetak, yaitu daftar yang telah disusun berdasarkan tujuan perkembangan yang hendak dicapai siswa.
Ø Skal penilaian yang mencatat isyarat kemajuan perkembangan siswa
Ø Respon-respon siswa terhadap pertanyaan
Ø Tes skrining yang berguna untuk mengidentifikasi keterampilan siswa setelah pengajaran dilakukan, Misalnya tes hasil belajar, PR, LKS, Laporan kegiatan lapangan
Jenis bukti yang dikumpulkan dalam portofolio tergantung pada tujuan penyusunan portofolio itu sendri. Misalnya, dikelas 1 SD siswa belajar sains dengan beberapa kompetensi diantaranya sswa mengenal anggota tubuh manusia melalui pengamatan gambar. Siswa mengetahui fungsi masing-masing anggota tubuh serta siwa mampu mengidentifikasi cara memelihara kesehatan anggota tubuh. Untuk mengumpulkan bukti bahwa siswa sudah menguasai materi tersebut, jenis portofiolio yang dikumpulkan harus mengacu pada ketiga kompetensi tersebut. Misalnya laporan lisan ssiswa tentang kebisaanya menggosok gigi dirumah merupakan bukti kompetensi ketiga.
Terdapat tiga langkah dalam menerapkan asesment portofolio, yaitu :
·      Tahap Persiapan
Pada tahap persiapan ini meliputi,
1.      Menentukan jenis portofolio yang nantinya akan dikembangkan
2.      Menentukan tujuan penyusunan portofolio
3.      Memilih kategori-kategori pekerjaan atau tugas yang nantinya akan dimasukan portofolio
4.       Meminta siswa untuk memilih tugas-tugas yang akan dimasukan dalam portofolio
5.      Guru mengembangkan rubrik atau penskoran pekerjaan siswa. Rubrik merupaka kriteria penilaian yang menjadi patoka dalam menentukan kualitas dari portofolio. Rubrik ini dapat disepakati antara guru dengan siswanya.
·      Mengatur Portofolio
Portofolio diatur sesuai dengan kesepakatan selama satu semester. Siswa harus diinformasikan bahwa semua tugas atau beberapa tugas tersebut akan dijadikan bukti dalam portofolio. Tugas-tugas yang dijadikan dokumen harus sesuai dengan tujuan portofolio kemudian ditata dan diorganisir ssesuai dengan ciri khas pribadi massing-masing. Portofolio dapat disimpan didalam folder khusus untuk setiap siswa. Setiap bukti pekerjaan siswa yang masuk dan telah dipilih diberi tanggal.
·      Pemberian Nilai Akhir Portofolio
Bagian akhir yaitu menilai portofolio yang telh lengkap. Adapun aspek yang dinilai meliputi, portofolio dan kelengkapan portofolio yang meliputi pemberian sampul, nama pengembang dan perencana (siswa dan guru), daftar isi sera refleksi diri.
Ø  Contoh Implementasi portofolio
Mata Pelajaran             : Sains
Kelas/semester : 1/ 3 (gasal 2007)
Sekolah                        : SD Negeri 01 Nusa Harapan

Langkah-langkah Penyusunan portofolio
1.         Persiapan, meliputi:
o  Menentukan jenis portofolio yang akan dikembangkan yaitu portofolio individu.
o  Menentukan tujuan portofolio yaitu mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa serta mengetahui perkembangan kemandirian siswa dalam mengerjakan tugas-tugas sains.
o  Memilih kategori-kategori pekerjaan yang akn dijadikan dokumen bukti portofolio, misalnya hasil tes formatif, hasil observasi guru tentang aktifitas belajar, hasil pengamatan guru tentang kemandirian, hasil wawancara guru dan sebagainya.
o  Meminta siswa untuk memilih tugas-tugas yang akan dimasukan dalam portofolio
o  Guru mengembangkan rubrik untuk menyekor pekerjaan siswa
o  Memutuskan bagaimana penilaian portofolio yang sudah lengkap dan terorganisasi dengan baik (nilai akhir portofolio)
2.    Mengatur portofolio
Siswa menyimpulkan dan mengoreksi portofolio selama satu semester. Tugas-tugas yang akan dijadikan bukti dala portofolio dimasukan dalam file folder. Setiap bukti yang dikumpulkan harus diberi tanggal. Selanjutnya siswa menata dan mengorganisir tugas-tugas yang sudah terkumpul. Untuk kelas 1 SD lankah ini dapat dibantu oleh guru.
3.    Memutuskan bagaimana portofolio tersebut dinilai. Penilaian akhir portofolio meliputi isi yang mengacu pada rubrik yang telah dibuat.

No comments:

Post a Comment